Senin , 1 Juni 2020
Home » AGENDA » AJI Kota Mandar Ikut Festival Media di Solo
Sekjen AJI Indonesia Arfi Bambani dan Ketua AJI Kota Mandar di stand AJI Kota Mandar di Festival Media. Foto Irwan Fals

AJI Kota Mandar Ikut Festival Media di Solo

JAKARTA — Pertama kalinya AJI Kota Mandar mengikuti Festival Media, acara tahunan yang dilaksanakan oleh AJI Indonesia. Kali ini pelaksanaannya di Solo, Jawa Tengah, 23 – 24 November 2017. Kali ini, even tahunan tersebut bertemakan Jurnalisme Damai, Jurnalisme Keberagaman.

Festival Media diikuti hampir seluruh AJI Kota di Indonesia. Masing-masing AJI Kota diberi fasilitas ‘both’ pameran berukuran 2 x 2 meter. “Untuk AJI Kota Mandar kita isi dengan lapak buku-buku jurnalistik, pengunjung bebas datang membaca. Bebera pa buku yang kami gelar buku-buku jurnalistik langka. Beberapa pengunjung ada yang mau membeli, tapi tidak kita jual. Lumayan, apa yang kita tampilkan sedikit banyak berbeda dengan stand AJI lain. Ada yang jual baju kos, kerajinan tangan, lopi, sablon, dan buku. Tapi sebagian besar menampilkan perkembangan lokal media di daerah,” terang Muhammad Ridwan Alimuddin, Ketua AJI Kota Mandar.

Festival Media, selain diisi pameran, juga ada seri diskusi atau workshop. Dua anggota AJI Kota Mandar yang ikut, Irwan (Ketua Bidang Perempuan dan Anak) dan Harmegi (Ketua Bidang Organisasi) silih berganti mengikuti kegiatan tersebut.

“Tadi saya mengikuti Seminar Penggunaan jejaring sosial Facebook untuk Saluran Media oleh AJI Indonesia, dengan pembica dari media partnership manager facebook Indonesia, Alice Budisatrijo. Materinya memberikan pengetahuan, bahwa dengan Facebook kita dapat menyajikan berita dengan cepat. Facebook terbukti sebagai saluran paling banyak digunakan oleh media-media nasional, seperti kompas.com dan detik.com. Kendati demikian Alice mengingatkan kita agar cermat menggunakan Facebook sebagai saluran informasi. Facebook tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kita posting sehingga perlu berhati-hati agar tidak menyebarkan hoax dan hate speach (ujaran kebencian).  Alice Budisatrijo mengajak agar berhati-hati akan banyaknya hacker yang oleh facebook sendiri tidak bisa dibendung.  Beberapa tips diajarkan misalnya dengan membuka fanpage atau halaman Facebook yang dikelola oleh admin kantor. Peristiwa-peristiwa yang butuh diberitakan cepat (breaking news) dapat ditanyangkan melaui panpage,” terang Harmegi yang sumringah mendapat baju kaos dari Facebook.

Jurnalis muda dari Majene yang baru-baru ini mengikuti pelatihan Safety Journalist di Menado, Irwan, juga merasakan manfaat ikut kegiatan diskusi di Festival Media. Menurut Irwan, “Kegiatan ini betul-betul bermanfaat, apalagi saya jurnalis yang masih muda. Seperti pada materi tentang penggunaan Facebook dari Facebook Indonesia. Di situ kita diajari tentang cara menggunakan platform yang disediakan Facebook. Kita juga diajari tentang strategi dalam memanfaatkan Facebook di dalam bermedia. Selain itu materi tentang hoaks juga disampaikan. Cara-cara mengenali berita hoaks dan penanggulangan nya juga di jelaskan. Dalam mengikuti kegiatan ini, selain dapat ilmu tentang Jurnalisme saat ini, kita juga beruntung dapat membuka jaringan dengan teman-teman dan senior-senior untuk berbagi ilmu ke depan.”

Pembukaan Festival Media 2017 dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Festival Media berlangsung dua hari saja di Graha Solo Raya. Usai penutupan, dilanjutkan dengan Kongres AJI yang kesepuluh, berlangsung 24 – 25 November. Di kongres akan dibicarakan AD/ART, Kode Etik, dan pemilihan pengurus AJI Indonesia periode 2017 – 2021. (M. Ridwan)

About admin

Check Also

Diskusi Publik #saveKPK

MAJENE – Penolakan terhadap upaya pelemahan KPK, baik dalam proses pemilihan komisioner KPK dan revisi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *