Selasa , 27 Juli 2021
Home » AGENDA » Selamat AJI Kota Mandar Memiliki Anggota Baru
Calon anggota AJI Kota Mandar menerima materi dari jurnalis senior Sulbar yang bekerja di Tempo, Rusman Paraqbueq.

Selamat AJI Kota Mandar Memiliki Anggota Baru

April 2019, Pengurus AJI Kota Mandar mengumumkan di laman ajikotamandar.or.id menerima pendaftaran anggota baru, mulai 1 sampai 20 April 2019.

Di pengumuman tersebut dicantumkan syarat-proses kegiatan, diantaranya: bekerja sebagai jurnalis yang bekerja di media (reporter, redaktur, editor, produser, dan semua yang terlibat dalam produksi berita baik cetak, televisi, radio maupun foto), freelance, jurnalis warga, dan pers kampus; Menyertakan tiga karya jurnalistik di media berbadan hukum untuk jurnalis profesional; 12 karya jurnalistik untuk jurnalis warga dan pers kampus; mengisi formulir pendaftaran (dilakukan secara online); diminta membaca Kode Etik dan Kode Prilaku AJI; wajib mengikuti pembekalan di orientasi ke-AJI-an dan membaca buku Semangat Sirnagalih; mendapat rekomendasi dari 3 anggota AJI Kota Mandar; dan jika diterima sebagai anggota AJI Kota Mandar, wajib membayar iuran Rp 200.000 per tahun.

Pada masa pendaftaran tersebut, ada 17 jurnalis yang mengisi formulir online yang disiapkan pengurus AJI Kota Mandar. Mereka adalah Ilma Amelia, Zul Fadli, Nurhadi, Muhammad Ashari, Achmadi Parandangi, Achmadi Parandangi, Andriani, Farid Hariadi, Karmila Bakri, Muh. Rizaldy, Chairul Ahmad, Wahyuandi, Misbah Sabaruddin, Rahmayani, Edyatma Jawi, Saparuddin, Abd Manaf Harmay, dan Abdul Rajab Umar.

Setelah tertunda beberapa bulan yang dibarengi pandemi Covid-19 serta Gempa Majene, pengurus kembali melanjutkan proses tersebut di atas Maret 2021. Pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan pandemi, yakni dilakukan jarak jauh dan online, selain memang calon anggota tersebar/berjauhan di empat kabupaten. Kegiatan pembekalan pertama, calon anggota AJI Kota Mandar ikut kegiatan pembekalan yang dilaksanakan oleh AJI Kota Yogyakarta yang pematerinya Willy Pramudya, Ika Ningtyas, dan Ati Nurbaiti. AJI Kota Mandar mengadakan pembekalan online tersendiri dengan pemateri Edi Junaedi dan Farhanuddin serta Rusman Paraqbueq.

Wawancara dilakukan secara tertulis. Pengurus mengajukan pertanyaan prihal Kode Etik dan Kode Prilaku dikaitkan dengan kasus-kasus kontemporer yang berkaitan dengan jurnalisme. Misalnya bagaimana jurnalis bersikap terhadap kasus Dimas Laira (jurnalis yang tewas dibunuh), tentang liputan di bencana, pemboman di Makassar, pemukulan jurnalis Tempo di Surabaya, dan sikap sebagai jurnalis terhadap jurnalis yang menjadi korban UU ITE.

Usai mengikuti proses di atas, calon anggota AJI Kota Mandar diminta untuk menandatangani Pakta Integritas, yakni kesediaan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AJI Indonesia, Kode Etik dan Kode Prilaku AJI Indonesia, dan Peraturan Organisasi AJI Indonesia.

Di tahap akhir proses penerimaan anggota AJI Kota Mandar, yang ditetapkan sebagai anggota baru AJI Kota Mandar sebanyak 12 jurnalis, yaitu Abdul Rajab Umar (Mamuju, jurnalis Liputan6.com), Achmadi Parandangi (Mamuju, jurnalis beritaini.com), Andriani (Majene, jurnalis TVRI Sulawesi Barat), Edyatma Jawi (Majene, jurnalis Kompas TV), Karmila Bakri (Polewali Mandar, jurnalis pattae.com), Misbah Sabaruddin (Majene, jurnalis TVRI Sulawesi Barat), Muh. Rizaldy (Mamuju, kabarmamuju.com), Muhammad Ashari (Majene, jurnalis elangindo.com), Nurhadi (Majene, jurnalis Tribun Timur), Rahmayani (Polewali Mandar, jurnalis Radio Elshinta), Wahyuandi (Mamasa, jurnalis dikita.id), dan Zul Fadli (Mamasa, jurnalis Radar Sulbar).

Penetapan mereka sebagai anggota AJI Kota Mandar diputuskan lewat Surat Keputusan Nomor: 082/AJI-KM/SK/IV/2021 Tentang Penetapan Calon Anggota Aji Kota Mandar Menjadi Anggota Aji Kota Mandar tertanggal 20 April 2021.

Beberapa jurnalis yang ikut prosesi penerimaan calon anggota AJI Kota Mandar memberi kesan. Diantaranya, Adytama Jawi, jurnalis Kompas.com. Menurutnya, menjadi anggota AJI merupakan keinginan sejak pertama kali menggeluti dunia jurnalis. Sempat tertunda saat konferta sebelumnya di tahun 2017, akhirnya tahun ini bisa mengikuti proses perekrutan Anggota AJI Kota Mandar.

“Proses rekrutmen kali ini sangat berkesan. Kami tak bisa bertatap muka dengan calon anggota lainnya serta para pengurus AJI Kota Mandar, tapi seluruh tahapan rekrutmen dapat kami ikuti via daring, tentunya akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini sedikitpun tak mengurangi makna dan nilai dari proses rekrutmen tersebut. Lebih menariknya, kami calon anggota baru bisa mendapatkan bekal pengetahuan ke-AJI-an dari berbagai narasumber yang sangat berkompeten. Mulai dari Pengurus AJI Indonesia yaitu bang Willy, mbak Eka Ningtyas, mbak Ati serta bang Rusman Paraqbueq. Termasuk bekal dari para senior di AJI Mandar seperti, bang Edy Junaedi, bang Farhan. Seluruh tahapan pembekalan ini dipandu langsung Ketua AJI Kota Mandar, bang Ridwan Alimuddin. Bagi saya pribadi, AJI merupakan tempat belajar dan menggembleng diri agar dapat menjadi jurnalis yang profesional, independen dan berintegritas. Mohon bimbingannya dari para senior kami di AJI Indonesia dan AJI Kota Mandar,” tutur Adyatma Jawi lewat pesan Whatsapp.

Jurnalis muda, Achmadi Parandangi juga mengemukakan kesannya. Menurut jurnalis dari beritaini.com tersebut, “Penerimaan anggota AJI Kota Mandar sarat edukasi pakem-pakem jurnalistik kontemporer bagi kami calon anggota AJI. Sayangnya tidak semua jurnalis di ranah Sulbar bisa mengikuti proses tersebut, sebab masih ada rekan-rekan jurnalis lainnya yang sangat ingin bergabung di AJI Kota Mandar. Semoga AJI Indonesia bisa lebih maju dan berkembang seiring laju perkembangan teknologi era kekinian. Last but not least, AJI sebagai organisasi profesi jurnalis pendobrak kejumudan wartawan akan praktek-praktek tidak terpuji, semoga mampu menjadi inspirasi bagi jurnalis-jurnalis muda kini dan akan datang.”

Kesan panjang lebar disampaikan jurnalis Radio Elshinta, Rahmayani. Rahmayani memutuskan hijrah dari Bumi Sawerigading (Luwu, Sulawesi Selatan) pada 2015 dan berkarir sebagai jurnalis di 2016 saat masih berstatus mahasiswa. Tulisnya lewat pesan WA, “Sosok jurnalis Sulbar yang pertama saya kenal yakni kak Edy Junaedi. Saat itu saya menjadi salah satu peserta diklat jurnalis di sebuah kampus di Polewali Mandar. Sosok sederhana dan berintegritas saya temukan dalam diri seorang mantan Ketua AJI Kota Mandar tersebut. Terhitung sudah beberapa media saya tempati belajar, dari media harian, online dan saat ini saya berada radio. Sering saya meminta saran kepada pimpinan media tempat saya belajar mengenai pilihan organisasi wartawan dan hampir semua menyarankan untuk bergabung di AJI. Pelan tapi pasti saya memantapkan hati untuk mendaftarkan diri. Tahun 2018 saya bertemu kak Ridwan, ketua AJI Kota Mandar, menanyakan jadwal pendaftaran anggota AJI. Saat itu ia hanya mengatakan nanti saya kabari. Alhamdulillah saya mendaftar sebagai calon anggota AJI kota Mandar pada tahun 2019. Sebagai jurnalis pemula dan masih terus belajar, saya rasa AJI menjadi ruang untuk saya memantaskan diri menjadi jurnalis profesional, pun sebelum saya mendaftar pada 2018, saya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan AJI Kota Mandar bekerja sama dengan Google Internews di Polewali Mandar selama tiga hari. Menghadirkan narasumber yang luar biasa. Pernah juga ikut kegiatan AJI Kota Palu di 2020, bekerja sama dengan Sejuk (Serikat Jurnalis untuk Keberagaman). Di kegiatan itu pula untuk pertama kalinya saya bertemu dengan mbak Ika, yang saat ini menjabat Sekjen AJI Indonesia. Sosoknya cerdas dan bisa menjadi panutan.”

Tentang proses penerimaan anggota AJI Kota Mandar, “Dalam proses seleksi yang saya ikuti ada banyak pelajaran yang dapat saya petik dari narasumber hebat seperti bang Willy, mbak Ika, bang Rusman Paraqbueq, serta guru jurnalisku, bang Edy Junaedi dan kak Farhan. Pada titik ini saya merasa sangat bersyukur bila menjadi bagian dari keluarga besar AJI Kota Mandar,” kata Rahmayani.

Jurnalis Radar Sulbar yang tinggal di Mamasa, Zul Fadli, menyampaikan bahwa proses penerimaan anggota AJI Kota Mandar berkesan lebih ketat dibanding penerimaan anggota organisasi pers lain. “Rangkaian penerimaan menjadi proses belajar mengenal tentang sejarah AJI, dan Tri Panji AJI seperti kebebasan pers, profesionalisme, dan kesejahteraan jurnalis, keberagaman gender dan kelompok minoritas. Kami mulai dari seleksi, wawancara, dan pembekalan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pemateri, yang telah memberikan pemahaman baru kepada kami calon anggota AJI Kota Mandar. Kita berharap ke depan bisa menjaring anggota lebih inklusif lagi, sebagai bagian dari mempraktekkan visi misi AJI. Semoga AJI Kota Mandar dapat menjadi tempat belajar dan bernaung menjadi jurnalis yang profesional,” tulis Zul Fadli.

Aktivis perempuan yang juga jurnalis di Pattae.com, Karmila Bakri juga memberi apresiasi atas proses yang dilaluinya di penerimaan anggota AJI Kota Mandar. “Proses penerimaan AJI Kota Mandar sarat mekanisme yang harus dilalui. Tahap penyeleksian sistematis dan edukatif. Di tengah pandemi covid-19, melalui virtual tidak menyurutkan semangat. AJI Kota Mandar terus memberi peluang bagi jurnalis-jurnalis muda, baik yang berkiprah di media nasional maupun media lokal. Memilih AJI Kota Mandar sebagai organisasi profesi, tentu suatu keharusan bagi saya, sebab penting kalau ada “teguran” bagi saya, saat melakukan kerja-kerja jurnalistik yang melanggar kode etik. Selama mengikuti pembekalan organisasi profesi AJI Kota Mandar sangat ketat dalam mengawal pelaksanaan kode etik. Materi-materi pembekalan sarat asupan produktif. Menelisik banyak kasus dialami oleh jurnalis di Indonesia, penting bagi AJI untuk saling mendukung, dan memberi penguatan, saling menopang. Hal ini tentu semakin membuat saya semangat, bahwa kita tidak sendiri. Melalui kiprah saya di media lokal, harapan kedepannya semoga semakin profesional, loyal, mampu mengimplementasikan nilai-nilai integritas, dan independensi Aliansi Jurnalis Independen,” kata Karmila Bakri.

About admin

Check Also

Pernyataan Sikap AJI Kota Mandar

No: 071/AJI-KM/SP/IV/2020 PERNYATAAN SIKAP AJI KOTA MANDAR TERHADAP UPAYA MENGHALANGI KERJA-KERJA JURNALIS DALAM MEMPEROLEH INFORMASI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *