Selasa , 27 Juli 2021
Home » BERITA » PERNYATAAN SIKAP AJI KOTA MANDAR TERHADAP PENYERANGAN SAUDARA RIADI SYAM
Riadi Syam atau Adi Riadi (berkacamata) bersama anggota IPMAPUS memberikan bantuan kepada korban gempa. Sumber foto: Facebook IPMAPUS Sulbar

PERNYATAAN SIKAP AJI KOTA MANDAR TERHADAP PENYERANGAN SAUDARA RIADI SYAM

BERDASAR artikel http://mandarnews.com/2021/02/25/posko-relawan-gempa-sulbar-diserang-orang-tak-dikenal/ yang memberitakan penyerangan orang tak dikenal ke Posko Relawan IPMAPUS (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu) yang mengakibatkan relawan atas nama Riadi Syam (dalam pemberitaan ditulis Adi Riadi) luka sobek di wajah dan bagian kepala, menjelang pukul 1 dinihari, Kamis 25 Februari 2021, Mamuju, AJI Kota Mandar menyampaikan sikap:

1. Mengutuk aksi penyerangan kepada Saudara Riadi Syam atau Adi Riadi, baik perannya sebagai relawan kemanusiaan, aktivis, maupun sebagai jurnalis yang aktif dalam organisasi AJI Kota Mandar (Koordinator Divisi Advokasi).

2. Meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa tersebut, menangkap pelaku baik eksekutor di lapangan maupun otaknya.

Informasi awal tersebut di atas yang kemudian ditindaklanjuti dengan mengeluarkan surat pernyataan (No: 077/AJI-KM/SP/II/2021), pengurus AJI Kota Mandar menghubungi Saudara Riadi Syam untuk mengetahui kondisi serta kronologis kejadian. “Tadi malam saya sedang berada di posko relawan IPMAPUS dan KAGAMA. Sekitar pukul 00.30, saya duduk lalu baring-baring. Kemudian ada datang dua motor. Ada dua orang yang masuk ke dalam posko, ada yang pakai rompi. Awalnya mereka menanyakan ada nggak sembako. Saya jawab tidak ada. Kemudian dia langsung bertama, ‘Kamu yang namanya Riadi ya?’ dan langsung menyerang. Dia mengambil botol minuman dari balik bajunya, dipukulkan ke kepala saya. Botol itu langsung ditikamkan ke perut saya. Untung botol tidak pecah saat dipukulkan ke kepala saya, jadi tidak tajam. Botolnya jatuh, saya terus dipukuli. Kemudian saya lari berteriak. Masyarakat langsung berdatangan, penyerang lari. Kepala saya memar, kening dan pelipis mata serta bibir pecah. Bahu juga sakit. Usai peristiwa saya langsung rumah sakit untuk visum dan sudah melapor ke polisi. Saya ditemani teman-teman relawan dan jurnalis,” kata Riadi Syam lewat sambungan telepon.

Kuat dugaan, latar belakang penyerangan tersebut adalah kegiatan Riadi Syam sebagai relawan yang membantu korban gempa bumi dan aktivis yang mengkoordinir protes atas ketidakberesan pengelolaan bantuan bagi korban gempa bumi.

“Satu bulan lebih pasca gempa yang mengguncang Provinsi Sulawesi Barat dengan kekuatan 6,2 magnitudo yang mengakibatkan ratusan korban jiwa. Belum lagi rumah – rumah warga yang mengalami rusak berat, membuat mereka harus memilih tinggal di tenda – tenda pengungsian. Dari hasil olah data pertanggal 28 Januari 2021, sejumlah data penerima bantuan rehab rekon rumah korban gempa di Sulbar dinilai tidak valid. Beberapa rumah warga yang mengalami rusak berat justru tidak masuk dalam data tahap pertama tersebut. Hal lain adalah bantuan melalui tangan – tangan dingin para relawan, diketahui senilai 2 Milyar 890 Juta Rupiah, sementara pengeluaran dari dana tersebut, diakui sebesar 1,2 milyar sehingga kesisahan dana sampai saat ini sebesar Rp.1,6 milyar. Secara rinci, Pemprov Sulbar melalui Kepala BPBD Sulbar Darno Majid mengakui 300 Juta Rupiah telah dibelanjakan untuk membeli 5000 kebutuhan terpal, namun yang terdistribusi pada penyintas gempa sekira 1000, sampai saat ini tersisa sekira 4000 terpal. Atas hal diatas, kami mengajak kawan – kawan aktivis pergerakan untuk bersama – sama menghadiri teklap pada Rabu 17 Februari 2021, bertepat di Posko IPMAPUS Sulbar Depan Pongtiku Residen Mamuju, Pukul 15 : 00 Wita. Demikian undangan ini, atas partisipasinya kami haturkan terima kasih,” demikian isi undangan terbuka yang tersebar yang mencantumkan nama Saudara Adhi Riadi atau Riadi Syam sebagai penanggung jawab.

Meski kejadian kemungkinan besar dilatarbelakangi oleh aktivitas Riadi Syam sebagai relawan – aktivis dan mungkin bukan karena kegiatan jurnalistik, pengurus AJI Kota Mandar memberi dukungan pada aktivitas Riadi Syam dan akan mengambil peran dalam upaya advokasi atas kejadian yang menimpanya. Kegiatan kemanusiaan dan upaya menegakkan keadilan yang dilakukan oleh Saudara Adi Riadi sejalan dengan garis-garis perjuangan organisasi Aliansi Jurnalis Independen.

Muhammad Ridwan Alimuddin (Ketua AJI Kota Mandar)

About admin

Check Also

Gelar Raker di Wisata Mampie Polman, AJI Mandar Lahirkan Sejumlah Program

POLMAN, AJI MANDAR – Pasca terpilihnya pengurus baru pada 22 Mei 2021 lalu, Aliansi Jurnalis Independen ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *