Senin , 29 November 2021
Home » BERITA » Nobar dan Diskusi Tiga Kabupaten, Tantangan Berat Independensi Jurnalis Jadi Bahasan Utama

Nobar dan Diskusi Tiga Kabupaten, Tantangan Berat Independensi Jurnalis Jadi Bahasan Utama

AJI Mandar — AJI Kota Mandar melaksanakan screening film ‘A Thousand Cuts’ dan diskusi tentang darurat demokrasi dan kebebasan berekspresi serentak di tiga kabupaten berbeda, Sabtu (6/11/2021) malam.

Agenda kerjasama AJI Indonesia ini berlangsung di Almira Cafe and Pool Kabupaten Mamuju, Alternatif Cafe Majene dan Warkop Jawara di Polewali Mandar (Polman). Melibatkan jurnalis se Sulawesi Barat, pers kampus, mahasiswa, pemuda hingga penggiat dan praktisi demokrasi.

Kegiatan yang disponsori Kedutaan Besar Belanda dan Freedom Film Network ini merupakan rangkaian peringatan hari internasional akhiri impunitas atas kejahatan terhadap jurnalis serentak di Indonesia, Malaysia dan Filipina serta 10 AJI Kota, termasuk AJI Mandar.

Di Mamuju, screening film dan diskusi, menghadirkan praktisi hukum Rahmat Idrus sebagai pembicara. Sementara di Majene, dihadiri pemantik dosen ilmu politik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad. Berikutnya, Polman oleh Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) AJI Mandar, Edy Juanedi dan Majelis Etik, Rasman Abd Rahman.

Rahmat Idrus mengatakan, terdapat tiga poin penting yang dapat dipelajari dari film dokumenter tersebut. Yakni rezim kekuasaan yang membungkam media yang kritis, peran media dalam mewujudkan demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pemantik diskusi di Polman, Edy Junaedi menyampaikan, kekerasan terhadap jurnalis terus bertambah. Namun jarang sekali mendapat keadilan dalam proses hukum.

“Bahkan banyak kekerasan juranalis yang tidak sempat masuk ke meja hijau,” jelasnya.

Kisah peraih nobel perdamaian, CEO Media Rappler, Maria Ressa, dalam film A Thusand Cuts, merupakan perjuangan untuk kepentingan semua golongan. Namun, hal itu kini sulit ditemukan. Sebab banyak pula jurnalis terjerat kepentingan golongan tertentu juga kepentingan pribadi.

“Hari ini kita sebagai pers dihadapkan berbagai persoalan diantaranya adalah menjaga netralitas dan independen kita itu sendiri” kata Edy via zoom.

Menurutnya, jurnalis yang baik harus menjaga dan membatasi diri dalam menjalin hubungan dengan pemerintah, TNI, Polri dan mitra lainnya. Agar kerja sebagai jurnalis tetap terjaga.

Senada dengan itu, dosen ilmu politik Unsulbar, Muhammad menyebut, jurnalis merupakan kekuatan besar yang dapat membentuk opini publik. Makanya banyak diincar oleh kelompok yang memiliki kepentingan.

Namun sebagai pilar demokrasi, lanjutnya, jurnalis wajib terbebas dari segala kepentingan. Sehingga dapat mengauk kebenaran secara objektif. AJI diharapkan menjadi wadah penguat agar jurnalis dapat terus merawat independensi tersebut.

Sementara itu, senior AJI Mandar, Farhanuddin mengatakan, ujian bagi independensi jurnalis cukup berat. Sebab disisi lain, kerja jurnalis tak dapat pula dilepaskan dari faktor bisnis, khususnya yang dinaungi perusahaan media.

Meski sangat dilematis, jurnalis harus berupaya keras terbebas dari kepentingan tersebut. Sehingga independesi tetap terjaga dan terawat. (*)

About AJI Kota Mandar

Check Also

Nurhadi Pemenang Udin Award 2021

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali memberikan Udin Award 2021 sebagai upaya untuk mendorong kebebasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *